Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

PERJALANAN MENUJU HARAPAN

Biarkan burung itu lepas Terbang tinggi disela-sela awan Menyapa dedaunan dan menikmati kesejukan pagi yang basah oleh embun Kicauanya kan lebih merdu daripada terkurung dalam sangkar Sesaat terdengar merintih Menyesali diri Keputusasaan Kebosanan dan kejenuhan Menghiasi hari-hari yang berganti Yang terasa tiada berubah Dan kini.. Semua harapan itu ada Terbentang luas keinginan untuk menggapai Segala cita-cita Dalam hatinya... 7 Juli '96

DIRIKU

Aku melangkah sendiri di pantai ini Jejak tapakku membuat sebuah pola Sederhana. Namun memberi arti tersendiri Diantara ribuan jejak di pasir ini Aku menikmati kesendirianku Bersama ombak, angin, dan pasir pantai Yang seakan mengajakku untuk melupakan Dia yang telah berlalu... Seperti halnya jejak kakiku Yang kan hilang tersapu ombak Dan kembali bersih Aku menggapai cita-citaku sendiri Motivasi itu ada dalam diriku sendiri Kebanggaan itu kuraih sendiri Kuarungi duniaku sendiri Ketika semuanya berlalu Aku hidupkan semangat baru Tanpa dirimu lagi Tanpa ilusi tentangmu 21 September '96

CHILDREN

Tentang anak kecil Sering membuat kita tertawa Kelucuanya yang tak dibuat-buat Atau keceriaanya menikmati masa kecilnya Terkadang Aku meneteskan air mata... Melihat adik-adik kita Yang masa kecilnya terampas Oleh keganasan kehidupan kota Di pinggiran jalan mereka berjuang untuk hidup Berusaha walaupun harga diri terabaikan Bagi mereka satu kepng koin seratusan sangat berarti Tapi bagi kita... Seakan tercecer tanpa arti apapun . Keadaanlah yang membuat semuanya terjadi Dari berbagai latar mereka muncul Mereka tidak butuh rasa kasihan Hanya dorongan dan dana dari kita Yang kita berikan secara tulus dan ikhlas Dari nurani kita... . Terkadang mereka telah kehilangan semuanya Harta, orang tua, keluarga Bahkan dirinya pun telah hilang Kini muncul lain dari sosok semula 21 Juli '96

EDELWEISS

Bunga Persahabatan Begitu damai dalam kesunyian Bermekaran dan menebarkan aroma yang khas Semerbak di ujung dunia ini Tapi sayang Bunga-mu yang kecil ini Sesekali dipetik Dan menjadi hiasan dalam ruangan rumah Kering dan hanya tinggal kenangan Kau hanya korban kesia-siaan Karena kelangkaanmu Banyak orang menginginkanmu Bukan hanya dengan melihatmu Atau menghirup baumu Tapi memetikmu dan membiarkanmu kering Dan jauh dari tempatmu yang damai Sunyi dan membeku terdiam Dalam keagungan alam            Bunga itu indah hanya sesaat, kemudian kering. Biarkan dia memberi arti sekitarnya, walaupun sesaat namun itu sangat berarti bagi dirinya... 13 Juni '96