Skip to main content

Kasih Tak Sampai


Tiap manusia memiliki impian. Hanya saja cara untuk menggapai impian itu yang berbeda. Mimipi terbesarku adalah ketika aku dapat mengetahui semua bakat yang ku punya dan mengembangkannya , berawal dari kebiasaan kecil hingga menemukan bakat terpendam, semua ingin ku gali dan ku dalami. Namun mimpi itu seakan debu yang dengan mudahnya tertiup angin karena tujuan orang tua yang tak sejalan. Ketika orang tuaku membelokanku ke jalan yang sama sekali tak ku segani, disitulah bayangan akan hidupku beberapa tahun kedepan hancur diterpa derasnya paksaan.  Orang tua tak menyetujui semua impian dan harapanku selama ini meskipun aku telah meraih prestasi, mereka hanya ingin agar aku tetap duduk manis menuruti jalan mereka tanpa disadari, aku hancur. Hasrat ingin menyerah sudah pasti ada, namun tiada lagi yang bisa diperbuat selain meyakinkan mereka. Keinginan mereka yang besar untuk menjadikanku seorang dokter bukanlah perkara yang tidak baik, namun ada beberapa hal yang sulit untuk dijabarkan agar mereka mengerti betapa terkurungnya aku dengan semua titah mereka. Tanpa putus asa aku terus menggali semua bakatku hingga aku bisa membuktikan kepada mereka bahwa jalan yang kupilih adalah yang terbaik.

Sesungguhnya memasuki dunia kesehatan bukanlah hal yang sulit bagiku. Cukup bermodal nilai raport yang tinggi sudah menjamin fakultas yang paling diminati penduduk Indonesia itu, apa daya nilai tanpa kesungguhan dan keahlian yang ku punya. Aku tidak suka sesuatu yang berhubungan dengan darah, alasan ini sudah kuajukan kepada mereka dan tetap saja mereka tidak menerima alasan apapun. Mereka selalu merasa bahwa kedokteran dapat merubah hidupku kedepannya. Padahal aku ingin memasuki dunia teknik dan mereka tak mengizinkanya dengan alasan itu pekerjaan pria. Semua sudah kuungkapkan kepada mereka tentang alasanku tak bisa menuruti keinginan mereka namun tak ada satupun yang diterima. Hidup dengan prinsip yang tak sejalan dengan orang tua memanglah susah, semua bakat yang ku punya harus ku relakan sia-sia.

Comments

Popular posts from this blog

ASAL USUL DESA DEKET

               Pada zaman dahulu, di Pulau Jawa terdapat 9 orang penyebar agama Islam atau yang biasa kita sebut Wali Songo, salah satu diantaranya adalah Sunan Giri atau Raden Paku. Sunan Giri mempunyai banyak murid, salah satunya bernama Ahmad Hisyam yang diangkat sebagai anak angkatnya. Ahmad Hisyam memiliki kepandaianyang menonjol, sehingga ia pun disekolahkan di Demak. Karena kepandaianya, Ahmad Hisyam dipercaya untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa yaitu Semarang, Tuban, Lamongan, dan Gresik.                 Setelah pulang dari Demak, ia dan rombonganya beristirahat sambil menunaikan shalat maghrib. Ketika itu, tiba-tiba ada seorang petani yang menombaknya karena mengira bahwa Ahmad Hisyam adalah seekor babi hutan. Tombak itu mengenai dada Ahmad Hisyam. Dalam keadaan yang luka parah, Ahmad Hisyam diangkat pulang oleh para sahabatnya ...

RASA PUAS

Aku baru menyadari Alangkah bermanfaatnya waktu Detik-detik berlalu tanpa terasa Ketika ku terjaga... Aku jauh merasa tertinggal Dan rasa itu sempat membuatku frustasi Perlahan, aku bangun rasa percaya diri Aku berlari mengejar ketertinggalanku Satu persatu kukejar yang ada di depanku Dan ketika ku berada hampir di depan Aku mulai berpikir lagi Haruskh aku nomor satu... Harus....!!! Tapi jangan tercemari dengan kemalasan Kesombongan, keangkuhan, dan jangan Terlalu cepat puas dengan apa yang telah kuperoleh... Berbuatlah seperti batang padi Makin berisi makin merunduk 5 Oktober '96

Midnight Feeling

Waiting you here is worst Saw your smile with another is hurt But I keep this feeling cause must Walking trough time is the best To close my wound that like a crust My heart always beating fast Like someone keep trying to escape from east There's a hope in the west To be a good prince in the past Altought it's my dream between last